Showing posts with label Basis Data. Show all posts
Showing posts with label Basis Data. Show all posts

Query Select Lanjutan dan Fungsi Agregat Dalam Basis Data

     1.     SELECT
Perintah yang digunakan untuk mengambil data dari sebuah database.
Bentuk umum : SELECT * FROM nama_tabel;
Keterangan :
* => berfungsi untuk memilih/menampilkan seluruh field/kolom.





     2.     SELECT WHERE
Menyaring baris yang sesuai dengan beberapa kondisi.
Misalnya kita ingin menampilan field yang id jurusannya adalah 1 pada tabel mahasiswa.
SELECT * FROM tb_mahasiswa
WHERE id_jurusan=1;

Ini merupakan tampilan tabel mahasiswa


Berikut hasil dari query yang dijalankan



     3.     SELECT JOIN
Perintah untuk menghubungkan antar beberapa table sehingga terbentuk satu set data yang baru.
Ada beberapa tipe-tipe join :
      ·         INNER JOIN
      ·         CROSS JOIN
      ·         OUTER JOIN
      ·         STRAIGHT JOIN

Contohnya saya menggunakan tipe Inner Join,  tipe join ini akan mengambil semua row dari table asal dan table tujuan dengan kondisi nilai key yang terkait saja.
Bentuk Umum: SELECT tb_mahasiswa.nim, tb_mahasiswa.nama,tb_mahasiswa.jk,                                                                 tb_jurusan.id_jurusan, tb_jurusan.nama_jurusan
                          FROM tb_mahasiswa INNER JOIN tb_jurusan
                          ON tb_mahasiswa.id_jurusan=tb_jurusan.id_jurusan;

Ini merupakan tabel mahasiswa

Ini merupakan tampilan tabel jurusan


Hasilnya akan menampilkan field pada tb_mahasiswa dengan field pada tb_jurusan






     4.     SELECT MULTIPLE TABLES
Perintah ini fungsinya  hampir sama dengan Select Join yaitu menggabungkan beberapa tabel sehingga terbentuk suatu set yang baru, namun perintah ini menggunakan klausa WHERE.
Bentuk umum : SELECT * FROM tb_mahasiswa,tb_jurusan
                          WHERE tb_mahasiswa.id_jurusan = tb_jurusan.id_jurusan;

Hasilnya berbeda dengan contoh pada perintah Select Join, pada perintah ini field id_jurusan ditampilkan 2 kali.
 


     5.     FUNGSI AGREGAT
Fungsi yang menerima koleksi nilai dan mengembalikan nilai tunggal sebagai hasilnya, fungsi ini digunakan bersamaan dengan perintah SELECT.

Ini merupakan tampilan tabel nilai mahasiswa, kita bisa memanipulasi dengan menggunakan fungsi agregat.


Ada 5 jenis fungsi agregat yaitu :

      ·         SUM
Digunakan untuk menghitung total nilai dari field tertentu.
Bentuk umum :           SELECT SUM (nama_field) AS total_nilai                                                                                                       FROM nama_tabel;



      ·         COUNT
Digunakan untuk menghitung jumlah record.
Bentuk umum :           SELECT COUNT (*) AS total_mahasiswa
                                    FROM nama_tabel;














      ·         AVG
Digunakan untuk menampikan nilai rata-rata dari suatu field.
Bentuk umum :           SELECT AVG (nama_field) AS rata_rata
                                    FROM nama_tabel;














      ·         MAX
Digunakan untuk menampikan nilai tertinggi dari suatu field.
Bentuk umum :           SELECT MAX (nama_field) AS nilai_tertinggi
                                    FROM nama_tabel;













      ·         MIN
Digunakan untuk menampikan nilai terendah dari suatu field.
Bentuk umum :           SELECT MIN (nama_field) AS nilai_terendah
                                    FROM nama_tabel;




Mengenal Perintah DML pada SQL

Halo kawan, dipostingan sebelumnya saya telah membahas mengenai apa itu DDL dan perintah-perintah yang terdapat pada DDL, nah sekarang saya akan memaparkan perintah SQL yang berikutnya yaitu DML. Langsung kita simak saja. 



DML (Data Manipulation Language)

Data Manipulation Language merupakan perintah-perintah yang digunakan untuk memanipulasi database (melihat, menelusuri, filtering, summarize, perhitungan, dll). DML merupakan metode query yang dapat digunakan setelah database dibuat, perintah dari DML seperti SELECT, INSERT UPDATE, dan DELETE.


SELECT

Perintah yang digunakan untuk mengambil data dari sebuah database.
Bentuk umum : SELECT * FROM nama_tabel;
Keterangan :
* => berfungsi untuk memilih/menampilkan seluruh field/kolom.

Misalnya kita ingin menampilkan seluruh field pada tabel costumer.
SELECT * FROM tb_costumer;

Misalnya kita ingin menampilkan field alamat yang berasal dari denpasar.
SELECT * FROM tb_costumer 
WHERE alamat = 'denpasar';

Misalnya kita ingin menampilkan field nama yang bernama haris.
SELECT * FROM tb_costumer
WHERE nama LIKE 'haris';


INSERT 

Perintah yang digunakan untuk menyisipkan/menambah data baru ke dalam tabel.
Bentuk umum : INSERT INTO nama_tabel 
                       (nama_field)
                        VALUES 
                        (values)
Misalnya kita ingin menambah data pada tabel costumer.
INSERT INTO tb_costumer
(no_ktp,nama,alamat,no_tlp,email)
VALUES
('1234567','Diah Maheswari','denpasar','081239087653','diahcaem@gmail.com')


UPDATE

Perintah digunakan untuk melakukan pengubahan terhadap data yang ada pada tabel.
Bentuk umum : UPDATE tb_costumer SET
                        nama_field = 'values'
                        WHERE primary_key = 'values';
Misalnya kita ingin mengubah data dari no_ktp = 1234567.
UPDATE tb_costumer SET
nama = 'Diah',
alamat = 'denpasar'
WHERE no_ktp='1234567';


DELETE

Perintah ini digunakan untuk melakukan penghapusan data pada tabel database. Penghapusan ini dapat dilakukan secara sekaligus (seluruh isi tabel) atau hanya beberapa data.
Bentuk umum : DELETE FROM nama_tabel;
Misalnya kita ingin menghapus seluruh isi tabel costumer.
DELETE FROM tb_costumer;

Misalnya kita ingin menghapus beberapa isi data tabel.
DELETE FROM tb_costumer 
WHERE no_ktp = '1234567';

Mengenal Perintah DDL pada SQL

Halo kawan, pernah kah kalian mendengar kata "SQL" ?, jika kalian mempelajari basis data pasti tidak asing lagi dengan kata tersebut. SQL merupakan singkatan dari Structured Query Language yaitu sekumpulan perintah khusus yang digunakan untuk mengakses data dalam database relasional. Perintah SQL dikelompokkan menjadi 2 yaitu DDL dan DML. Dikesempatan ini saya akan memaparkan apa itu DDL. Langsung saja kita bahas.



DDL (Data Definition Language)

Data Definition Language merupakan perintah-perintah yang digunakan untuk membuat tabel dan mendefinisikan struktur database seperti CREATE (menambah), ALTER (mengubah), dan DROP (menghapus).

CREATE 

Perintah ini digunakan untuk membuat tabel dan database baru.
Bentuk umum : CREATE DATABASE nama_database;
Misalnya kita ingin membuat database dengan nama database : rentcar haris

CREATE DATABASE db_rentcarharis;

Misalnya kita ingin membuat tabel baru dengan nama tabel 'pelanggan' dengan 3 field yaitu no ktp,nama, dan alamat. 
CREATE TABLE tb_pelanggan (
no_ktp INT PRIMARY KEY,
nama VARCHAR(50),
alamat VARCHAR(50)
)

ALTER

Perintah ini digunakan untuk mengubah struktur tabel yang telah dibuat, baik menambah field(ADD), mengganti nama field(CHANGE), dan mengganti nama (RENAME).
Bentuk umum : ALTER TABLE add column nama_field tipedata;
Misalnya kita ingin menambah field/kolom.
ALTER TABLE tb_pelanggan ADD COLUMN (
no_tlp VARCHAR (13),
email VARCHAR (30)
)

Misalnya kita ingin mengubah nama kolom.
ALTER TABLE tb_pelanggan 
CHANGE nama nama_pelanggan VARCHAR(50);

Misalnya kita ingin merubah kolom.
ALTER TABLE tb_pelanggan
MODIFY alamat VARCHAR (40);

Misalnya kita ingin merubah nama tabel.
ALTER TABLE tb_pelanggan 
RENAME tb_costumer;

DROP

Perintah ini digunakan untuk menghapus tabel dan database.
Bentuk umum : DROP DATABASE nama_database;
Misalnya kita ingin menghapus database.
DROP DATABASE db_rentcarharis;

Misalnya kita ingin menghapus tabel.
DROP TABLE tb_costumer;

Data Flow Diagram

Hallo kawan - kawan, apa yang anda pikirkan jika mendengar Data Flow Diagram ? Nah, kali ini saya akan menjelaskan materi mengenai Data Flow Diagaram dan Komponen DFD

Data Flow Diagram (DFD) 

Data Flow Diagram merupakan alat pemodelan untuk menggambarkan alur kerja sistem. DFD menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan  satu sama lain dengan alur data. DFD biasanya sering disebut dengan Bubble Chart, Bubble Diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi. 

Komponen DFD 


  • Terminator
    Terminator mewakili entitas eksternal yang terhubung dengan sistem yang sedang dikembangkan. Terminator perlu diberi nama seuai entitas luar yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang dibuat modelnya. Nama yang digunakan biasanya berupa kata benda.
    3 hal penting tentang Terminator :
    1. Terminator adalah bagian luar sistem, Alur data yang menghubungkan terminator dengan berbagai proses sistem menunjukkan hubungan sistem itu dengan dunia luar.
    2. Profesional dalam sistem tidak berhak mengubah isi atau prosedur yang berkaitan dengan terminator.
    3. Hubungan antar-terminator tidak digambarkan pada DFD.

  • Proses
    Komponen proses menggambarkan bagian dari sistem yang mentransformasikan input menjadi output. Proses diberi nama untuk menjelaskan proses/kegiatan apa yang sedang/akan dilakukan. Pemberian nama proses dilakukan dengan menggunakan kata kerja transitif (kata kerja yang membutuhkan objek). Seperti : Menghitung Upah, Mencetak Nota, dan Menghitung SKS.
  • Data Store
    Komponen data store digunakan untuk memodelkan sekumpulan paket data. Komponen data store diberi nama dengan kata benda yang berkonotasi jamak. Seperti Siswa, Pelanggan, dan Nasabah. Data Store biasaya berhubungan dengan penyimpanan data, misalnya penyimpanan file database yang disimpan dengan media penyimpanan harddisk, pita magnetik, CD dan DVD.
  • Data Flow
    Data Flow digambarkan dengan anak panah yang menunjukkan arah menuju atau berasal dari komponen proses. Alur data ini digunakan untuk menerengkan arah perpindahan data/informasi dari satu bagian ke bagian lainnya.
    Ada 4 konsep dalam penggambaran alur data, yaitu :
    1. Konsep Paket Data
    Konsep ini menyatakan bahwa jika ada dua atau lebih data yang saling berhubunganmengalir dari sumber yang sama menuju bagian tujuan yang sama. Dalam hal ini kumpulan data yang mengalir bersama-sama itu dianggap sebagai satu paket.
    2. Konsep Alur Data Menyebar
    Konsep ini menunjukkan adanya sejumlah paket data yang berasal dari suatu sumber yang sama yang menuju ke tujuan yang berbeda-beda. Dalam hal ini beberapa paket data berasal dari satu sumber dan tujuan yang berbeda-beda.
    3. Konsep Alur Data Mengumpul
    Konsep ini kebalikan dengan konsep alur data menyebar, pada konsep mengumpul ini beberapa alur data yang berbeda sumber bergabung bersama-sama menuju tujuan yang sama.
    4. Konsep Sumber atau Tujuan Alur Data
    Pada konsep ini setiap alur data minimal mengandung satu proses. Pernyataannya sebagai berikut :
    a. Suatu alur data dihasilkan dari suatu proses dan menuju ke sebuah data store dan/atau terminator
    b. Data mengalir dari sebuah data store dan/atau terminator menuju ke suatu proses
    c. Suatu alur data dihasilkan dari suatu proses dan menuju suatu proses lain

Normalisasi Basis Data

Hallo kawan - kawan kali ini saya akan membahas mengenai apa itu Normalisasi Basis Data. Sebelumnya saya telah membahas tentang Entity Relationship Diagram.
Jika anda sudah mulai bekerja dengan basis data, besar kemungkinan anda akan menemukan istilah normalisasi. Mungkin suatu saat ada yang akan bertanya padamu, "Apakah basis data sudah dinormalisasi?". Istilah Normalisasi merupakan kata yang sulit yang mungkan hanya dibahas oleh kalangan mahasiswa. 

Istilah - istilah dalam Normalisasi

  • Atribut
    Atribut sama artinya dengan kolom data atau field.
  • Record
    Record sama artinya dengan baris data atau kumpulan data dalam satu baris pada sebuah tabel database. Record biasanya berisi informasi.
  • Primary Key
    Primary Key merupakan satu atau beberapa atribut yang dapat menjadi pembeda dari sebuah record dengan record yang lain secara unik. Jika suatu atribut dijadikan key, maka tidak boleh ada dua atau lenih record dengan nilai yang sama.
  • Foreign Key
    Foreign Key biasa digunakan untuk menentukan relasi antara sebuah tabel dengan tabel lain dalam sebuah database.
  • Candidate Key
    Sesuai dengan namanya candidate key adalah satu atau lebih field pada tabel database yang kemungkinan untuk dijadikan Primary Key.
  • Domain dan Tipe Data
    Istilah Domain memiliki kesamaan dengan fungsi tipe data, tipe data lebih kepada kemampuan penyimpanan data yang mungkin bagi suatu atribut, tanpa melihat layak atau tidaknya data tersebut bila dilihat dari kenyataan pemakaian.

Pengertian Normalisasi

Normalisasi merupakan proses pengorganisasian data secara efisien pada suatu database.
Ada 2 tujuan utama dilakukannya Normalisasi antara lain : 
  1. Meniadakan redudansi data (penyimpanan data yang sama pada dua atau lebih tabel).
  2. Memastikan bahwa ketergantungan data masuk akal (hanya data yang memiliki hubungan yang disimpan pada tabel yang sama).

 Bentuk - bentuk Normal

Komunikasi praktisi maupun periset database telah membangun serangkaian aturan untuk memastikan suatu database ternormalkan. Aturan - aturan itu dikenal sebagai bentuk - bentuk normal yang diberi nomor mulai dari 1 hingga nomor 5. 
  1. Bentuk Normal Pertama (1NF)
    Bentuk normal ini menerapkan aturan paling dasar dalam database, antara lain : 
    a. Menghapus kolom yang dobel pada tabel yang sama.
    b. Membuat tabel - tabel yang terpisah untuk setiap kelompk data yang saling berhubungan dan mengindentifikasi tiap baris yang unik (primary key).
  2. Bentuk Normal Kedua (2NF)
    Bentuk ini menerapkan langkah - langkah, yaitu :
    a. Menerapkan semua langkah pada 1NF
    b. Menghapus anggota data yang berlaku pada lebih dari 1 baris pada sebuah tabel
    c. Membuat relasi antara tabel baru dengan tabel sebelumnya menggunakan foreign key
  3. Bentuk Normal Ketiga (3NF)
    Bentuk berikut menerapkan prosedur antara lain :
    a. Menerapkan semua langkah pada 2NF
    b. Menghapus kolom yang tidak bergantung pada primary key
  4. Bentuk Normal Keempat (4NF)
    Bentuk normal keempat ini menerapkan langkah - langkah antara lain :
    a. Menerapkan semua prosedur pada 3NF
    b. Sebuah relasi bertipe 4NF jika tidak memiliki ketergantungan lebih dari satu.

Entity Relationship Diagram


Hallo kawan-kawan semua, apa yang akan kalian pikirkan ketika mendengar kata "ERD" ? Nah kali ini saya akan mencoba mengangkat materi mengenai Entity Relationship Diagram.
Perancangan database memerlukan pemodelan dalam bentuk diagram. Salah satu di antaranya adalah disebut Entity Relationship Diagram (ERD).

Pengertian Entity Relationship Diagram

Yang dimaksud dengan Entity Relationship Diagram (ERD) adalah suatu bentuk diagram khusus yang menggambarkan hubungan antar-entitas dalam sebuah database. ERD umumnya menggunakan simbol-simbol untuk menggambarkan 3 tipe informasi. Simbol-simbol yang digunakan tersebut antara lain kotak, belah ketupat (diamond), dan elips

  1. Entitas
    Entitas merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan satu dengan yang lainnya. Contoh dari entitas antara lain yaitu siswa, mobil, pelanggan, dan rumah.
  2. Atribut
    Atribut merupakan bagian dari karakteristik entitas.  Nama, usia, dan kelas merupakan atribut-atribut bagi entitas siswa. Warna, merk, dan ukuran merupakan atribut dari entitas mobil. Atribut sering juga disebut field.
  3. Relasi
    Relasi adalah jenis hubungan antara-dua entitas atau lebih. Contohnya buku dan penulisnya dihubungkan oleh relasi “ditulis”, artinya buku ditulis oleh penulis dan penulis menulis buku. Sebagai entitas buku memiliki atribut-atribut seperti judul, pengarang, dan penerbit. Sedangkan entitas penulis memiliki atribut-atribut antara lain yaitu nama dan usia.
Contoh Entity Relationship Diagram

Bentuk Relasi Antar-Entitas dalam ERD 

Hubungan (relasi) antara entitas yang satu dengan yang lain dapat berbentuk relasi satu-ke-satu (one to one), satu-ke-banyak (one to many), banyak-ke-satu (many to one), atau banyak-ke-banyak (many to many).
  1. Relasi One to One
    Relasi ini menunjukkan setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas B atau sebaliknya. Contohnya 1 pria menikahi 1 wanita. 
  2. Relasi One to Many
    Relasi semacam ini menunjukkan setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan banyak himpunan entitas B, namun setiap entitas pada himpunan entitas B hanya dapat
    berhubungan dengan dengan 1 entitas pada himpunan entitaas A. Contohnya 1 petenis memiliki banyak raket.
  3. Relasi Many to One
    Relasi yang satu ini menunjukkan banyak entitas pada himpunan A hanyak berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas B. Contohnya banyak penumpang menaiki 1 pesawat.

  4. Relasi Many to Many
    Relasi ini menunjukkan setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, dan setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas A. Relasi ini merupakan gabungan dari relasi One to Many dan Many to One. Contohnya 1 guru mengajarkan banyak siswa, dan 1 siswa diajar banyak guru.